Saturday, October 22, 2011

Pantai Gunung Kidul, Yogyakarta

Pantai Drini
Selain pantai Parangtritis yang ada di Yogyakarta, ternyata ada juga pantai yang sangat indah dan tidak kalah indahnya dari Pantai Kuta di Denpasar, Bali. Pantai ini berada di selatan kota Yogyakarta. Lokasinya di sebuah Kabupaten di Provinsi DI Yogyakarta, dengan ibukotanya adalah Wonosari.  Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di Utara dan Timur, Samudera Hindia di Selatan, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di Barat. Sebagian besar wilayan disini merupakan perbukitan dan pegunungan yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Tapi di balik itu semua ternyata ada tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi, terutama wisata pantai yang eksotik.

Pantai Sundak
Disini berderet lokasi pantai dengan masing-masing panorama yang berbeda. Mulai dari Pantai Sundak, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Baron, Pantai Drini dan Pantai Siung. Itu baru sebagian pantai yang saya kunjungi, masih banyak pantai yang belum terjamah oleh wisatawan. 

Untuk mencapai pantai-pantai indah itu, dari kota Yogyakarta waktu yang dihabiskan sekitar 2 sampai 2.5 jam. Pemandangan yang dijumpai saat diperjalanan hanyanya perbukitan, gunung kapur dan pepohonan yang kering, karena memang daerah ini merupakan daerah yang tandus. Medan jalan yang terus menurun menandakan akan segera sampai di lokasi deretan pantai-pantai di Kabupaten Gunung Kidul ini..

Saya dan teman-teman langsung mengunjungi  beberapa pantai, namun dari pantai-pantai yang dkunjungi , saya sangat tertaik dengan pantai Drini. Mobil di parkir tidak jauh dari pesisir pantai, di area pantai ini terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan bagi pengunjung, dan rumah-rumah penduduk setempat, saya dan teman-teman berjalan melewati warung-warung tersebut dan tidak lama terlihat karang yang begitu tinggi yang di puncaknya terdapat mercusuar yang sudah tua, sepertinya mercusuar ini sudah ada sejak lama dan tidak terurus lagi.

Pesisir Pantai Drini
Untuk menuju puncak karang tersebut kita dapat menaiki beberapa anak tangga yang cukup curam dan tidak begitu terawat, sesampainya di puncak karang kita dapat melihat hamparan laut yang sangat luas dan tak berujung, melihat birunya air laut ditambah cuaca saat itu sangat cerah terlihat langit yang biru dan awan yang putih seperti gumpalan salju diatas langit, benar-benar pemandangan yang sangat luar biasa,  terlihat jelas pula dari atas karang begitu banyak air ombak yang berlarian menuju daratan dan menabrak karang, ombak nya sangat besar dan luar biasa. Sepertinya tidak ingin pergi dari pantai ini, sekitar 1 jam bermain di pantai ini menikmati suasana pantai yang sepi seperti pantai pribadi kayanya deh,,soalnya sepi banget, pengunjungnya hanya saya dan teman-teman.

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, dan kami pun bergegas untuk pergi ke pantai berikutnya, yaitu pantai Sundak yang terkenal dengan sunsetnya yang indah dan eksotis. Memang saya dan teman-teman mengincar sunset itu.
Untuk menuju pantai Sundak, waktu yang dibutuhkan dari pantai Drini sekitar 20 menit saja.

Pesisir Pantai Drini

Pantai nya tidak jauh dari tempat parkir, turun dari mobil sudah terlihat luasnya pantai Sundak,waw…pasir disini lebih putih dari pantai-pantai sebelumnya yang saya kunjungi,kami pun bermain-main di pantai ini sambil menunggu matahari yang akan segera tenggelam . terlihat ada pasangan yang sedang berfoto-foto untuk preweding, pantai ini memang bagus untuk di jadikan background foto yang indah. Dan kami pun mulai mengambil beberapa foto disaat matahari mulai turun..waw suasananya sungguh indah, cocok untuk pasangan karena suasananya juga romantis banget.

Diatas karang Pantai Drini
Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore, saatnya saya kembali ke kota Yogyakarta, karena hari sudah malah, jalanan terlihat sangat gelap sekali, benar-benar tidak ada lampu di sekitar pinggir jalan. Maklum disini masih sangat jarang penduduk dan kurang dijamah oleh pemerintah sekitar sampai-sampai tidak ada lampu penerangan jalan..
 
Sekitar 2 jam waktu kita habiskan di mobil, sangat melelahkan..Saya pun dan teman-teman langsung menuju hotel untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari..

Thanks yah teman-teman yang sudah membaca pengalaman berlibur saya di Pantai Gunung Kidul ini, semoga bisa kembali lagi berkunjung ke Pantai ini lagi.. (^.^)

Dari Yogyakarta ke Pantai Drini

Perjalanan dari yogyakarta ke Pantai Drini memakan waktu sekitar 3 jam dengan jarak sekitar 40km, ditempuh dengan menaiki kendaraan bermotor. Perjalanan terasa lama sekali, karena untuk mencapai ke Pantai Drini kita harus menyelusuri perbukitan yang berkelok kelok. tetapi didalam perjalanan kami disuguhi pemandangan perbukitan-perbukitan karang yang sangat indah. Selama perjalanan ditepi kiri kanan jalan terdapat bukit karang yang sangat besar membentuk gua alami mirip seperti gua stalaktit, kita dapat menikmati keindahan gua tersebut dengan masuk kedalam dan melihat keindahan karang dengan corak yang sangat menarik.

Perjalanan yang ditempuh selama 3 jam ini seakan terasa sebentarm, karena Saya sangat menikmati perjalanan tersebut, dan untuk mencapai pantai drini ini kita seakan memasuki daerah yang sangat terpencil. Karena letak Pantai drini tersebut diapit oleh dua bukit yang sangat besar dan bukit-bukit kecil lainnya.


Sesampai disana saya sangat takjub dengan pemandangan Pantai Drini yang sangat indah, asri dan pantainya yang sangat perawan. Hamparan pasir putih yang indah, disinari oleh cahaya alam dan kesejukan udara pantai. Tidak seperti banyak pantai yang ada dipulau Jawa lainnya seperti dipantai Parangtritis, anyer, ancol dan lain-lainnya yang sangat kotor dan tidak dijaga kebersihannya. Keadaan di pantai Drini sangatlah bersih, hamparan pasir putih yang terbentang luas, kejernihan lautnya sehingga kita bisa melihat dengan jelas karang dan rumput lautnya.

Dengan diapitnya pantai drini oleh bukit-bukit yang sangat besar, seakan pantai ini terisolasi dengan dunia luar. Bukit bukit karangnya membentuk arsitektural alam yang sangat indah, mungkin kita akan teringat akan keindahan tanah lot di bali. Seperti inilah bentuk bukit bukit karang yang ada di pantai drini.

Yang tidak kalah menariknya adalah, banyaknya biota laut. Di Pantai Drini ini kita bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, dan biota laut lainnya.

Yang saya sangat sukai di pantai Drini diantara pantai-pantai lain Di Pulau Jawa maupun pantai Di Bali, seperti umumnya cuaca di pantai-pantai adalah cuaca dengan sinar matahari yang sangat terik dan panas. tetapi hal seperti ini tidak saya alami di Pantai Drini, hawa Pantai Drini sangat sejuk, dan air lautnya yang dingin tidak seperti air laut dipantai yang lain. Dan udara pantai yang sangat sejuk dan air laut yang dingin. Sehingga membuat saya betah untuk berlama lama dan bersantai ditepi pantai.

Friday, October 21, 2011

Melihat Keindahan Candi Prambanan

Candi Prambanan
Perjalanan kali ini saya akan pergi ke DI Yogyakarta yang terkenal dengan candi-candi nya, salah satu yang terkenal dan sudah masuk ke 7 keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Namun candi pertama yang saya kunjungi bukan candi Borobudur melainkan candi Prambanan, karena berhubung saya sampai Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta jam 15.30 pm saya dan teman-teman langsung menuju Candi Prambanan karena lokasinya tidak jauh dari Bandara Adi Sucipto sekitar 30 menit sudah sampai di kawasan wisata Candi Prambanan.

Pelataran Candi

Untuk memasuki kawasan wisata Candi Prambanan ini dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,- per orang dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda empat. Perjanalan untuk menuju Candi Prambanan ini lumayan jauh tapi sepanjang perjalanan suasanannya sangat indah sehingga gak kerasa sudah sampai tepat di depan jalan kearah Candi Prambanan, dan tidak lupa untuk mengambil beberapa foto untuk diabadikan.

Sesampainya diatas saya melihat deretan Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar, yang dihiasi dengan relief Ramayana

Candi Prambanan
Setelah puas menikmati indahnya Candi Prambanan, saya dan teman-teman bergegas untuk pergi mengunjungi Candi Boko yang ada di kawasan Candi Prambanan ini, tapi sayangnya waktu berkunjung sudah ditutup karena memang sudah jam 17.30 pm. Sempat kecewa tapi kami masih bersemangat untuk mengunjungi satu Candi lagi yang lokasinya tidak cukup jauh dari Prambanan hanya 20 menit untuk mencapai lokasi Candi Plaosan di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Jawa Tengah 57454, Indonesia.


Sesampainya di lokasi Candi Plaosan ternyata waktu kunjungnya sudah ditutup tapi senangnya para penjaga kawasan Candi Plaosan tersebut baik mau membiarkan saya dan teman-teman tetap masuk ke dalam kawasan Candi Plaosan tersebut namun dengan pengawasan penjaga. Hanya di kenakan biaya sebesar Rp 50.000,- kami berenam bisa jalan-jalan di kegelapan kawasan Candi Plaosan tersebut. Tidak banyak foto yang diambil dikawasan ini karena hari sudah sangat gelap dan kamera yang dibawa juga bukan kamera professional, hanya sebuah kamera digital biasa sehingga tidak dapat mengambil objek yang bagus di kegelapan.

Candi Plaosan
Setelah berkeliling di kawasan Candi Plaosan ini, tujuan selanjutnya yaitu ke Jalan Maliboro untuk menyantap makan malam di lesehan Jl. Malioboro. Selesai makan tidak lupa untuk mampir ke alun-alun kota Yogyakarta yang terkenal dengan lokasi pohon Beringin kembar, yang terdapat mitos apabila dapat melewati kedua pohon beringin tersebut dalam keadaan mata tertutup, keinginan kita dapat terwujud. Lelah bermain-main di alun-alun saatnya untuk check in hotel untuk beristirahat

Sunday, June 26, 2011

Wisata Curug Cibereum



Curug Cibereum
Wisata Curug Cibereum terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, disini juga terdapat Kebun Raya Cibodas, Puncak, Bogor. Kali ini saya dan teman-teman akan mendaki kaki Gunung Gede Pangrango untuk dapat melihat keindahan alam Curug Cibereum. Untuk masuk ke tempat wisata ini tidak mahal hanya dengan membayar Rp 3.000,-/orang dan Rp 3.000,-/kendaraan bermotor untuk memasuki kawasan taman Cibodas dan untuk tiket masuk menuju Curug Cibereum nya kita harus membayar lagi sebesar Rp 3.000,-/orang.

Peraturan
Perjalanan pun dimulai, jarak yang harus ditempuh untuk mencapai Curug Cibereum yaitu sekitar 2.9KM (dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan). Jalanan untuk menuju Curug Cibereum ini tidaklah terlalu curam karena jalanannya sudah tersusun rapi dengan beberapa anak tangga dari bebatuan. Dalam perjalanan menuju Curug Cibereum saya melihat adanya Telaga Biru dan adanya aliran sungai kecil di sisi jalan sebelah kiri dimana airnya sangat jernih dan dingin, perjalanan berlanjut dengan trek jalan yang naik dan terkadang mendatar.


Pemandangan Gn. Gede
Jalan menuju Curug Cibereum ini memang sepertinya sudah dilakukan beberapa perbaikan terhadap trek yang dilalui, karena disini saya melewati jalanan yang tersusun rapi yang terbuat dari semen dibuat seperti jembatan dan ada jalan yang tersusun dengan kayu, namun sayang jalanan yang tersusun dengan kayu ini sudah sedikit rapuh karena ada beberapa bagian yang berlubang dan kayu yang patah.


Jembatan Kayu
Di jembatan kayu pemandangan pun sungguh indah. Rumput hijau yang tinggi seakan-akan kita berada di sebuah padang rumput. pemandangan gunung yang menjulang tinggi dan langit yang cerah membuat kita seakan-akan berada di bagian dunia yang lain.

Setelah melewati jalanan yang tersusun rapi dengan kayu ini dalam beberapa menit sudah terdengar suara air terjun, sesampainya disana rasa lelah pun terbayarkan dengan keindahan jatuhnya air terjun Curug Cibereum yang jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter. dari kejauhan dapat dirasakan dinginnya dari hembusan angin dan percikan air dari Curug Cibereum.

Di Curug Cibereum terdiri dari 3 buah air terjun dan terletak di sebuah bibir tebing yang cukup terjal. Yang paling kecil bernama Cibeureum, kemudian yang kedua tetapi paling tinggi bernama Cidendeng dan air terjun terbesar tetapi paling pendek bernama Cikundul.
Perjalanan memang cukup melelahkan namun rasa lelah itu terbayarkan setelah kita mencapai objek wisata yaitu air terjun cibereum. Gemuruh air terjun. Buih-buih embun air yang bergemericik membuat udara benar-benar sejuk.

Sunday, May 8, 2011

Wisata Curug 1000

 Air terjun ini diminati karena keindahan alamnya, sejuk udaranya dan hijau pemandangannya. Untuk menempuh jarak menuju Curug Seribu kita harus melalui medan trek-nya yang menawarkan tantangan tersendiri.

Curug Seribu, salah satu objek wisata alam yang terletak kawasan Salak Endah, di kaki Gunung Salak, Jawa Barat. Air terjun ini bukan cuma menawarkan keindahan alam namun juga tantangan untuk dapat mendekatinya.

Curug Seribu memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa bagian perjalanan menuju lokasinya saja sudah menantang, berupa setapak yang curam dan licin. Dan tentu daya tarik utamanya ketinggian air terjunnya yang mencapai 100 meter dengan curahan air yang besar. Air tumpahannya cukup besar dan bening. Buih-buihnya berterbangan hingga menerpa wajah meskipun berada jauh dari tumpahannya. Bagi para pengunjung yang ingin menikmati air Curug Seribu ini harus menuruni jalan yang curam untuk mencapai dasar jurang.


Curug Seribu yang berada di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut ini terletak di Barat Kota Bogor. Untuk mencapai lokasi Curug Seribu, perlu tenaga ekstra, karena pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1 Km. Pengunjung pun harus hati-hati karena melewati jalan setapak yang curam dan licin. Di obyek wisata ini terdapat beberapa fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung antara lain MCK, mushola, camping ground, shelter, dan warung makan.

Rute untuk menuju Curug Seribu dikaki Gunung Salak Endah ini dari Bogor naik angkot menuju terminal Bubulak dan dilanjutkan naik angkot menuju Cibatok. dari pertigaan Cibatok belok ke kiri kemudianan lurus mengikuti jalan dan apabila ada pertigaan lagi tetap mengambil arah ke kiri hingga sampai pada gerbang Wisata Gunung Salak Endah, digerbang ini kita membayar biaya masuk sebesar Rp 15.000,- untuk kendaraan beroda dua. setelah memasuki pintu gerbang GSE tersebut kita melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju Curug Seribu, dalam perjalanan tersebut kita dapat menikmati sejuknya udara yang dirasakan, terdapat hutan pohon pinus yang terhampar luas di sebelah kiri dan pepohonan di sekitarnya. sesampainya digerbang Curug Seribu lalu membeli tiket masuk sebesar Rp 3000,-/orang, baru kemudian menapaki setapak turun naik hingga sampai ke Curug Seribu.



Sunday, April 3, 2011

Kabut Tebal Di Kawah Putih



Menggunjungi salah satu tempat wisata yang berada di daerah Ciwidey, Bandung. Pukul 14.00 wib, ini pertama kalinya kunjungan saya di Kawah Putih. Cuaca saat itu sangat berawan dan tetesan gerimis kecil sehingga membuat hawa dingin yang terasa dikulit. Alhasil, pake jaket double deh. Sesampainya disana banyak sekali warung-warung penjual makanan, minuman, dan juga penjual souvenir
.
Setelah itu saya dan teman-teman membeli tiket seharga Rp 25.000,-/orang. Tiket tersebut termasuk harga tiket masuk Rp 15.000,- dan tiket naik kendaraan yang disediakan untuk naik menuju Kawah Putih tersebut. Setelah membeli tiket masuk kami pun segera menaiki mobil yang sudah didesain unik yaitu mobil pick up yang terbuka seperti odong-odong. Selama perjalanan keatas menggunakan mobil tersebut, udara yang dirasakan sangan dingin dan sejuk sekali yang disertai dengan banyak pepohonan disisi kanan dan kirinya, medan jalan yang ditempuh pun sangat tajam hanya cukup untuk 2 mobil dan itu pun sangat sempit, sehingga apabila berpapasan dengan mobil lain diharuskan untuk mengurangi kecepatan.

Sesampainya di atas gunung hujan pun menyambut kedatangan kita, saat itu hujannya lumayan deras, dan saya menyewa payung dari salah satu orang yang menyewakan payung yang bisa digunakan sampai kita selesai menikmati Kawah Putih tersebut, harga sewa per payung yaitu Rp 10.000,- dan saya pun melanjutkan perjalanan untuk dapat lebih dekat lagi dengan kawah Putih.
Kawah yang berwarna putih mulai terlihat dan ditambah dengan bau belerang yang sangat menyengat. Dan saya pun sangat terpesona dengan keindahan alam yang terhampar luas di depan mata saya. Hawa yang sangat dingin sekali membuat saya tidak berlama-lama, kemudian saya 
segera mengambil foto bersama teman-teman, setelah puas berfoto-foto saya segera naik keatas dan kembali ke tempat parkiran. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wib, dan saya bersiap kembali ke Bogor.^^
 

Saturday, March 5, 2011

Taman Safari Indonesia, Bogor



Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata yang berada di daerah Cisarua, Bogor. Dimana disana terdapat banyak satwa yang dilindungi. Untuk tiket masuk  ke Taman Safari Indonesia yaitu sebesar Rp 75.000,- untuk Domestik dan Rp 100.000,- untuk international/turis asing. Bagi yang membawa kendaraan beroda empat membayar tarif Rp 15.000,- dan untuk roda dua dengan tariff Rp 5.000,-. Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua, dari pihak Taman Safari telah disiapkan bis untuk berkeliling Taman Safari Indonesia.


Curug Jaksa
Setelah memasuki gerbang Taman Safari Indonesia dan membeli tiket, kami memasuki parkiran motor dan kami naek bis yang sudah di siapkan. Selama kurang lebih 30 menit melihat-lihat binatang yang ada. Dan kami pun turun dihalte yang di sediakan di dalam area bermain taman safari. Dan berjalan kaki untuk melihat-lihat pertunjukan dan permainan yang ada.
Di Taman Safari Indonesia terdapat area bermain, tempat makan, dan juga menghadirkan sirkus-sirkus. Yang menarik bagi saya yaitu pertunjukan Wild West Cowboy Show. Setelah menyaksikan pertunjukan Cowboy Show, saya sempatkan untuk menuju Curug Jaksa yaitu air terjun yang terdapat di dalam Taman Safari Indonesia, kurang lebih perjalanan 300 m untuk sampai di Curug Jaksa tersebut, udara yang dingin dan pemandangan yang hijau dapat dinikmati. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 16.00 wib dan saya pun kembali ke bawah dan menuju ke halte bis untuk kembali ke tempat parkiran awal. Teman saya memanaskan mesin motor, setelah itu kami bersiap untuk perjalanan pulang ke Bogor. ^.^

Wednesday, February 2, 2011

One Day at Singapore

Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke Negara tetangga kita yaitu Singapore. Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 17.00 wib dan menempuh perjalanan udara selama 1 jam. Karena perbedaan waktu Indonesia - Singapore 1 jam, saya landing di Changi Airport pada pukul 19.00 waktu Malaysia.

Sesampainya di Changi Airport, saya sangat terkesan dengan kebersihan dan kerapihan disana, maklum lah Negara berkembang..hehhee..saya langsung keluar airport dan disana saya sudah ditunggu oleh tour guide. Saya dan teman-teman langsung naek ke mobil travel yang sudah disiapkan. Biaya tour guide sebesar SGD 370.00 untuk one day tour.



Selama perjalanan dari airport, saya terkesan lagi dengan dekosari-dekorasi sepanjang jalan yang ada di Singapore, pepohonan yang berhiaskan lampu-lampu yang dihias sangat unik. Karna kedatangan saya di Singapore tepat di bulan Desember, sehingga jalan-jalan di hiasi oleh hiasan-hiasan natal seperti lampu-lampu, pepohonan yang berhiaskan pohon natal dan ada juga patung Santa Clause yang sangat besar di pinggir jalan Suntec City.
  
Tempat pertama yang saya kunjungi yaitu Lau Pa Sat karena sudah saatnya untuk makan malam. Bingung saya memilih menu yang ada disana, akhirnya saya joint makan mie goreng bersama teman saya, mie seharga SGD 5.00 tersebut ternyata dari rasa tidak sesuai dengan lidah saya, akhirnya saya makan roti yang saya bawa dari Indonesia tercinta..hahaha.. Selesai makan malam, perjalanan berlanjut ke Suntec City, Merlion Park, Mustafa, Little India, dan setelah waktu menunjukkan pukul  02.00 pagi waktu Singapore, saya langsung menuju hotel yang berada di Jalan Lorong 16 Geylang, Singapore.

Pukul 07.00 pagi saya dan yang lainnya sudah bersiap-siap keluar dari hotel, dan membawa semua tas bawaan dan disimpan di mobil. Rencana hari ini yaitu berkunjung ke tempat-tempat pusat belanja yang ada di Singapore yaitu Mustafa, Takashimaya, Lucky Plaza, Ion Orchard dan gak lupa mengunjungi Sentosa Island, tiket masuk kawasan Sentosa Islan sebesar SGD 2.00

Setelah puas bermain di Sentosa Island, kami pun segera pergi menuju Changi Airport untuk cek in sebelum pesawat berangkat. Sayangnya pesawat yang di nanti –nanti delay selama 3 jam, sehingga yang awalnya kami naek pesawat pukul 19.00 menjadi pukul 22.00
Pukul 22.30 wib pesawat mendarat dengan sempurna, ya walaupun cuaca malam itu sedang hujan dan saya sempet takut juga sih. Tapi akhirnya pesawat mendarat juga, dan saya bergegas untuk keluar airport dan menemui jemputan yang sudah sejak jam 20.00 wib menunggu di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah bertemu dengan supir saya, waktunya kembali ke Bogor, selama perjalanan ke Bogor saya tidur karena lumayan udah tengah malam, udah ngantuk bgt gitu dan juga besoknya mesti ke kantor, mulai kerja lagi deh..^^