Wednesday, June 4, 2014

Danau Kaolin Yang Indah Tapi Memilukan

Jarak tempuh Jakarta ke Tanjung Pandan ditempuh kurang dari 1 jam perjalanan dengan pesawat. Disaat sebelum mendarat, dari atas sudah terlihat Pulau Bangka Belitung yang terdiri dari bukit-bukit dan yang paling mengejutkan adalah terlihat banyak sekali lubang-lubang bekas penambangan timah yang sudah ditinggalkan dan sekarang menjadi sebuah danau.
Danau tersebut terbentuk dari penambangan timah yang ditinggalkan begitu saja tanpa di urug kembali, dan kemudian cekungan dari penambangan timah tersebut terisi oleh air hujan dan jadilah sebuah danau. Info yang didapat dari salah satu penduduk disini, timah tersebut akan digunakan untuk bahan industri salah satunya sebagai bahan pembuatan kosmetik.

Pertambangan timah tersebut menjadi salah satu mata pencaharian bagi penduduk Bangka Belitung, jadi tidak heran kalau dimana-mana terdapat danau yang dulunya menjadi tempat penambangan timah.

Danau Kaolin ini hampir sama dengan Kawah Putih yang berada di daerah Ciwidey, Bandung. Bedanya di danau kaolin tidak tercium aroma belerang seperti di kawah putih yang bisa bikin kepala jadi pusing..

Memang indah, danau yang berwarna hijau tosca dan biru langit ditambah lagi dengan cuaca yang cerah dengan langit yang biru membuat pemandangan disini lebih memukau mata. Tetapi memilukan sekali kalau ternyata penyebab terbentuknya danau ini dikarenakan ulah manusia yang menggali demi mencari keuntungan tanpa memikirkan untuk melakukan penghijauan kembali untuk lahan yang digunakan sebagai penambangan timah tersebut.

Mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata

Pulau Belitung yang dikenal dari film layar lebar yang berjudul Laskar Pelangi yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini membuat pulau ini mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar negeri. Salah satu lokasi pantai yang digunakan dalam pengambilan film Laskar Pelangi ini adalah Pantai Tanjung Tinggi, dipantai ini ditampilkan beberapa view pantai yang sangat luar biasa indahnya. Tapi ngga hanya pantainya saja yang sekarang ini dijadikan lokasi wisata favorit, sebuah Museum Kata Andrea Hirata pun menjadi tempat wisata apabila kita menuju daerah Gantong yang berada di Belitung bagian Timur.

Museum Kata Andrea Hirata

Untuk masuk ke Museum Kata Andrea Hirata ini tidak dipungut biaya tiket masuk, hanya pada bagian depan pintu masuk terdapat kotak donasi untuk pemeliharaan saja.


Di dalam museum ini terdapat beberapa novel hasil karya Andrea Hirata yang ditata rapi di beberapa bagian dinding museum, beberapa potongan gambar dari film Laskar Pelangi dan juga beberapa benda-benda tua seperti mesin jahit, telepon dan furniturenya.

Potongan cerita dari Laskar Pelangi


 












Oh ya, disini juga terdapat penjual kopi didalamnya dengan nama "kupi kuli". Jadi sambil melihat-lihat hasil karya Andrea Hirata, kita bisa bersantai sambil menikmati secangkir kopi dengan suasana rumah tempo dulu.
"Kupi Kuli"

Tuesday, June 3, 2014

Wisata pulau di Bangka Belitung

Kegiatan hari kedua di Belitung yaitu tour ke pulau-pulau. Sekitar jam 8 pagi kita dijemput oleh pak Rizal untuk pergi menuju dermaga di Pantai Tanjung Kelayang, dimana disana kita bisa sewa perahu dan juga bisa sewa alat snorkeling.

Sebelum ke Tanjung Kelayang, kita dibawa untuk membeli bekal makan siang disebuah rumah makan yang bernama Masakan Rumahan, untuk jaga-jaga kalau dipulau nanti tidak ada penjual makanan. Masakan rumahan ini ada banyak macam menu masakan sayuran dan ikan, untuk harganya juga terjangkau.

Setelah selesai memesan nasi bungkus, kita langsung menuju pantai tanjung kelayang untuk bersiap-siap tour pulau. Kurang lebih 30 menit perjalanan, kita sampai di pantai tanjung kelayang. Sesampainya disana langsung menemui bapak pemilik perahu, harga sewa perahu untuk tour pulau Rp 500.000 untuk seharian keliling pulau dan disini juga bisa sewa alat snorkeling Rp 40.000 / set

Pantai Tanjung Kelayang
Perahu yang di sewa untuk keliling pulau
Pulau pertama yang dikunjungi yaitu pulau burung, kenapa disebut pulau burung?? Karena dipulau ini terdapat batu yang bentuknya menyerupai burung. Tapi sayang sekali kita ngga turun hanya berfoto dari perahu saja.

Setelah pulau burung, kita berlanjut ke pulau batu berlayar, dimana dipulau ini terdapat batu yang sangat besar menyerupai layar. Yeeee, seneng banget dipulau ini kita mendarat untuk mengambil beberapa foto dan seperti biasa pak Rizal dengan senang hati membatu untuk mengambil beberapa foto kami berdua. Oh ya, disini ketemu beberapa pemuda yang sepertinya mereka itu seorang fotografer dengan babawaan perlengkapan kamera dslr nya..

Tanjung Layar
Pulau selanjutnya yang ingin dikunjungi yaitu pulau gosong atau pulau pasir, karena air laut yang sedang tidak pasang, maka pulau pasir ini akan terlihat. Namun apabila sedang pasang akan tertutup air laut. Mendekati pulau ini, sang nahkoda kapal nyebur ke laut untuk ambil beberapa bintang laut yang nanti bisa dipake untuk sesi foto-foto..seruuu banget berada ditengah-tengah laut, berdiri diatas tumpukan pasir putih yang halus..

Pulau Gosong atau Pulau Pasir
Next.. pulau lengkuas sudah menunggu. Dipulau ini terdapat mercusuar yang masih berdiri kokoh, kita bisa menaiki nya untuk dapat melihat keindahan pantai dari atas mercusuar. Tidak jauh dari dari pulau lengkuas terdapat spot untuk snorkeling.

Mercusuar di Pulau Lengkuas
Setelah puas bermain dipulau lengkuas, saatnya untuk kembali ke tanjung kelayang.  Tapi sebelumnya ternyata kita melewati sebuah pantai yang bernama pulau babi besar dan kita pun mampir sebentar hanya untuk mengambil beberapa foto.



Pulau Babi
View dari Pulau Babi

Ombak disini semakin sore semakin besar arusnya sehingga membuat perahu terombang ambing miring ke kanan dan kiri, hampir membuat serem juga sih. Sekitar jam 4 sore kita sampai di tanjung kelayang, disini terdapat tempat untuk membilas badan dan berganti pakaian bersih.. kemudian setelah beres bersihkan badan, kita menemui bapak pemilik perahu untuk proses pembayaran dan kita membayar total Rp  580.000 untuk sewa perahu dan 2 set alat snorkeling.
Waktunya kembali ke hotel untuk istirahat setelah seharian berkeliling pulau yang ada di bangka belitung.




Pulau Babi Besar

Pulau Babi
Waktu sudah menunjukkan jam 2 siang, setelah puas bersnorkeling kami bersiap2 untuk kembali ke tanjung kelayang. Entah berapa jam waktu perjalanan dari pulau lengkuas sampai ke pantai tanjung kelayang, namun air laut seaakan sudah pasang dan ombaknya pun terasa membuat perahu yang kami tumpangi ini terombang ambing miring ke kanan dan ke kiri, air lautnya pun sampai terhempaskan ke wajah kami ditambah lagi dengan angin yang bertiup kencang.


Dari kejauah terlihat sebuah pulau yang terdapat batu granit yang besar seperti menyerupai tebing batu. Pulau ini di sebut Pulau Babi, mungkin dulunya dipulau ini terdapat hewan babi. Dan kami pun menyempatkan untuk mampir ke pulau itu.

Sesampainya dipulau ini, kami naik ke atas tebing batu yang besar ini, dan ternyata pemandangan dari atas sini bener-bener buat mata seger setelah merasakan pusingnya di perahu yang terombang-ambing. Mengambil beberapa foto disini dan kemudian melanjutkan perjalan lagi untuk kembali ke tanjung kelayang.





Menyantap Mie Atep Di Sore Hari

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Belitung, mungkin pasti pernah makan mie khas Belitung yang terkenal dengan nama Mie Atep. Kenapa dinamakan Mie Atep??? Karena pemiliknya bernama Nyonya Atep.

Lokasi mie atep ini di Jalan Sriwijaya No. 27 berada di tengah kota Tanjung Pandan, tepatnya di dekat bundaran yang terdapat Tugu Batu Satam. Warung ini menempati sebuah ruko yang sederhana dan bermeja kayu dengan kursi plastik, dari meja pengunjung bisa melihat Nyonya Atep meracik sendiri mienya. Penyajian mienya terdiri dari mie kuning dengan taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan kemudian disiram dengan kuah udang yang sedikit kental dan berwarna kecoklatan.


Oh ya, tapi entah kenapa dari rasa kurang cocok dilidah saya. hmm.. mungkin karena kuahnya yang kental terasa sedikit manis. Tapi walopun kurang selera dengan rasanya, tetap aja mie nya disantap habis..hehhehe ditambah dengan minuman es jeruk kunci yang rasanya manis manis aseeem gtuu.. tapi bikin segar banget...


Monday, June 2, 2014

Keindahan Pantai Di Hiasi Batu Granit Di Pantai Tanjung Tinggi


Hari pertama saya di Pulau Bangka Belitung, pantai yang pertama saya kunjungi adalah pantai tanjung tinggi yang terletak 30 KM dari kota Tanjung Pandan tepatnya berada di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Waktu tempuh untuk menuju Pantai Tanjung Tinggi kurang lebih 30 menit saja karena suasana jalan yang sepi dengan kondisi aspal jalan yang mulus dan tidak adanya kemacetan.
 

Bagi yang ingin berlibur ke Pulau Bangka Belitung ini, diharapkan menggukanan jasa agen tour atau sewa mobil di rental setempat dikarenakan tidak adanya kendaraan umum dipulau ini. 


Sesampainya di Pantai Tanjung Tinggi, di depan pantai terdapat monument batu Laskar Pelangi, karena disinilah dijadikan lokasi pembuatan film Laskar Pelangi.


Pantai Tanjung Tinggi ini berbentuk seperti teluk sehingga ombak di pantai ini tenang, sangat cocok untuk aktifitas berenang dipantai seperti berjemur, berenang, snorkeling, menyelam dsb. 


Selain keindahan Pantai Tanjung Tinggi, disekitar pantai ini terdapat hamparan batu-batu granit yang ukurannya bermacam-macam dari yang berukuran kecil sampai yang sangat besar. Di Pantai ini cocok untuk yang sangat menyukai fotografi. Panorama yang indah dengan view air laut yang berwarna biru jernih dan langit yang saat itu cerah ditambah lagi dengan hiasan batu granit..wah, jadi pengen di foto terus deh.. karena setiap sudut bagus untuk dijadikan background foto.







Saturday, October 26, 2013

Penangkaran Hiu di Karimun Jawa

Pulau Menjangan Besar ini merupakan pulau penangkaran hiu. Pulau Menjangan Besar letaknya tidak jauh dari Pulau Karimunjawa, hanya sekitar 300 meter sebelah barat Pulau Karimunjawa dengan luas sekitar 56 hektar.

Kolam Penangkaran Hiu
Jadi, sebelum kembali ke Pulau Karimun Jawa, mampir dulu di penangkaran Hiu yang berada di Pulau Menjangan Besar. Penangkaran hiu di pulau menjangan besar ini dibagi menjadi 2 kolam, yaitu 1 kolam untuk hiu yang berusia muda dan 1 kolam lagi untuk hiu yang berusia sudah tua.

Shark di Pulau Menjangan Besar

Oh ya, disini kita bisa berenang bersama hiu dengan membayar Rp 15.000,- per orang dengan syarat tidak sedang dalam menstruasi dan ada luka.. Dikarenakan kaki saya sedang luka berdarah akibat tergerus oleh terumbu karang, jadi saya ngga berani untuk turun ke kolam hiu tersebut. Sayang banget ya, udah jauh-jauh dateng kesini, kok malah gak berenang sama hiu nya..hehehe.. Padahal tantangan banget untuk bisa berenang sama ikan hiu.

Bintang Laut




Penyu











Disini ngga hanya ada hiu aja, tetapi ada beberapa fauna laut seperti penyu, bintang laut, ikan kerapu, ikan pari, ikan buntel dan masih banyak lagi..
Dipulau ini juga terdapat penginapan yang didepannya langsung ke penangkaran hiu, jadi bisa setiap saat deh berenang sama hiu.